Update Gempa NTT: Korban Capai 87 Jiwa, 6.397 Susulan

Update gempa NTT terbaru menunjukkan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih dirasakan masyarakat. Ribuan warga masih mengungsi, sementara gempa susulan terus terjadi hingga Senin (24/8).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 87 orang meninggal dunia hingga Sabtu (22/8) pukul 16.00 WIB. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 31 jiwa, Manggarai Timur 30 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 9 jiwa, Ngada 4 jiwa, Ende 2 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 336 orang luka berat, 61 luka sedang, 895 luka ringan, dan 6 orang masih dalam proses pendataan.

Update Gempa NTT: 150.576 Warga Masih Mengungsi

Dampak gempa juga menyebabkan 150.576 warga mengungsi yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 41.427 jiwa. Disusul Nagekeo 34.256 jiwa, Manggarai Timur 31.372 jiwa, Manggarai Barat 19.954 jiwa, Sikka 17.587 jiwa, Ende 3.429 jiwa, dan Ngada 2.551 jiwa.

Kondisi di sejumlah lokasi pengungsian masih memprihatinkan. Kebutuhan air bersih, makanan, perlengkapan bayi, serta fasilitas sanitasi menjadi persoalan yang harus segera dipenuhi.

Gempa Susulan di NTT Flores Masih Terjadi

Aktivitas gempa susulan hingga kini masih berlangsung. BMKG mencatat gempa tektonik M5,0 pada Senin (24/8) pukul 04.20 WIB di wilayah Flores, NTT. Gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian susulan gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026. Gempa terbaru ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 04.30 WIB, BMKG mencatat 6.397 aktivitas gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Kondisi Warga di Tengah Pengungsian

Di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, hampir 90 persen rumah warga dilaporkan rusak dan tidak lagi bisa dihuni. Tembok rumah roboh, sementara warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena masih khawatir dengan gempa susulan.

“Sudah empat hari kami di posko. Kami membuatnya seadanya karena angin kencang masih sering terjadi. Anak-anak ada yang demam, ada yang pilek, banyak yang sakit-sakitan. Ketersediaan air juga sedikit. Kalau beli, bisa hampir Rp200 ribu per hari. Kami juga membuat WC sederhana,” ujar seorang warga kepada Om Zhein dalam laporan yang dibagikan melalui akun Instagram @om_zeans.

Dalam satu tenda, 44 kepala keluarga harus bertahan dengan fasilitas yang terbatas. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan warga belum berakhir meski gempa utama telah berlalu. Selama gempa susulan masih terjadi, mereka masih membutuhkan tempat yang aman, air bersih, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Warga Bantu Warga: Mari Bergerak Bersama!

Sahabat Puspita, kami mengajak Anda membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Bukan hanya melalui doa, tetapi juga dengan aksi nyata.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, di antaranya:

  • Air mineral untuk kebutuhan minum pengungsi.
  • Kebutuhan bayi seperti popok, susu, dan perlengkapan dasar lainnya.
  • Bahan pangan untuk dapur umum.
  • Kebutuhan dasar lainnya bagi kelompok rentan sesuai kondisi di lapangan.

Update Gempa NTT: Korban Capai 87 Jiwa, 6.397 Susulan

Mari salurkan kepedulian melalui rekening donasi:

Mandiri: 1640004092997
BSI: 7179414664
BCA: 8801411444
BNI: 1330900768

a.n. Yayasan Sahabat Sinergi Puspita

Bencana bisa datang tiba-tiba, tetapi kepedulian kita jangan sampai padam. Ikuti perkembangan penyaluran bantuan dan aksi tanggap darurat lainnya melalui Instagram @sinergipuspita.

Mari saling menjaga dan menguatkan.

Lekas membaik, Indonesiaku.