

Bantuan untuk warga terdampak gempa NTT sangat dibutuhkan sekarang. Hingga hari ini, gempa susulan masih terus terjadi. Ribuan warga masih bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas: listrik padam, jaringan komunikasi terputus, tenda tidak mencukupi, dan air minum terbatas.
Di pengungsian Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, satu tenda bahkan harus digunakan oleh lima atau lebih kepala keluarga. Kondisi ini membuat kebutuhan dasar, terutama bagi bayi, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, semakin mendesak.
“Ratusan jiwa mengungsi. Satu tenda diisi lima bahkan lebih KK. Listrik mati, sinyal tidak ada, tenda kurang, air minum terbatas,” ujar relawan lapangan di lokasi pengungsian Kecamatan Reok.
Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Hingga 18 Agustus, tercatat 2.119 gempa susulan, sementara BNPB melaporkan 68 orang meninggal dunia dan 19.297 rumah mengalami kerusakan.
Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga masih harus bertahan di pengungsian karena situasi belum sepenuhnya aman. Terputusnya listrik dan jaringan telekomunikasi juga membuat akses terhadap kebutuhan sehari-hari semakin sulit.
Mereka belum tahu kapan bisa kembali ke rumah. Yang pasti, kebutuhan makan, minum, dan perlengkapan bayi harus tetap tersedia setiap hari.
Donasi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, terutama:
Bantuan tidak bisa menunggu. Semakin lama warga berada di pengungsian, semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
Sahabat, Mari wujudkan semangat warga bantu warga dengan membantu saudara kita di NTT yang sedang menghadapi bencana.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, khususnya air mineral, kebutuhan bayi, dan kebutuhan dapur umum bagi warga terdampak.
Mari bantu warga NTT bertahan!
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik