Semarak HUT RI Bersama Warga Kampung Pelaukan Bekasi

Semarak HUT ke-81 RI terasa meriah di Kampung Pelaukan, Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan anak-anak hingga warga lainnya.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Anak-anak mulai berkumpul di sekitar kediaman Ka Dimas selaku ketua pelaksana kegiatan dan sepanjang Gang Samoy. Sebelum perlombaan dimulai, peserta mengikuti pembukaan sederhana dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ketua RT setempat, Pak Munawar.

Antusiasme anak-anak terlihat sejak pendaftaran lomba dibuka. Beragam perlombaan tradisional seperti makan kerupuk, jalan dengan sendok dan kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, balap karung, tarik tambang, hingga menangkap bebek menjadi bagian dari kemeriahan.

Tidak hanya anak-anak, ibu-ibu warga juga turut ambil bagian. Sejumlah perlombaan seperti joget jeruk, lomba biskuit, memasukkan benang, tarik tambang, hingga menangkap bebek berlangsung dengan penuh tawa dan sorak-sorai warga.

Relawan Sinergi Puspita juga ikut terlibat langsung dalam berbagai perlombaan bersama masyarakat. Kehadiran relawan menambah keakraban dan membuat suasana perayaan HUT RI semakin semarak.

Semarak HUT RI Bersama Warga Kampung Pelaukan Bekasi

HUT RI Semakin Semarak dengan Dukungan 100 Puding

Selain ikut memeriahkan perlombaan, Sinergi Puspita turut berbagi kebahagiaan dengan menyalurkan 100 puding kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan. Pembagian puding menjadi salah satu momen yang dinantikan setelah anak-anak mengikuti berbagai perlombaan sepanjang hari.

Ketua RT setempat, Pak Munawar, mengapresiasi keterlibatan Sinergi Puspita dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih sudah berbagi sama anak-anak kampung sini, jadi tambah semangat,” ujar Munawar.

Perayaan kemerdekaan di Kampung Pelaukan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara warga, panitia, relawan, dan anak-anak.

Melalui kegiatan tersebut, Sinergi Puspita berharap semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk anak-anak di lingkungan Kampung Pelaukan.

Duka di Tengah Semangat Kemerdekaan

Namun, di tengah semarak perayaan kemerdekaan, saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berduka akibat gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga 18 Agustus 2026, tercatat 2.119 gempa susulan. BNPB juga melaporkan 68 orang meninggal dunia dan 19.297 rumah mengalami kerusakan.

Update Gempa NTT: Korban Capai 87 Jiwa, 6.397 Susulan

Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga masih harus bertahan di pengungsian karena situasi belum sepenuhnya aman. Terputusnya listrik dan jaringan telekomunikasi juga membuat akses terhadap kebutuhan sehari-hari semakin sulit.

Di momentum kemerdekaan ini, mari kita hadir dan bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita di NTT. Sebab, kemerdekaan seharusnya menjadi milik semua orang—bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk hidup aman, mendapatkan makanan, air bersih, tempat berlindung, dan kembali menata kehidupan.

Yuk, ikut berdonasi dan bantu warga terdampak gempa NTT. Karena kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika kita bisa merasakannya bersama.

KLIK DONASI SEKARANG!

https://sinergipuspita.com/campaign/bantu-dhuafa-jadi-sarjana-1am