Pipanisasi Air Bersih Bantu Ratusan Warga NTT

Sahabat Puspita, sudah hampir dua bulan sejak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan bagi warga terdampak. Untuk mempermudah akses air bagi masyarakat, pipanisasi air bersih menjadi salah satu upaya yang dilakukan agar kebutuhan air untuk minum, memasak, dan keperluan sehari-hari dapat terpenuhi.

Di kampung bajak Desa Batu Tango Kecamatan Reok Manggarai Raya NTT sebanyak 336 warga atau 101 KK perlu menempuh perjalanan sejauh 1.200 meter menuju sumber air. Jarak tersebut menjadi tantangan bagi warga yang harus mengambil air berulang kali setiap hari.

Untuk membantu mengatasi kendala tersebut, Sinergi Puspita mulai melakukan pembangunan pipanisasi pada 4 Oktober 2026. Hingga saat ini, proses pembangunan masih berlangsung. Pipanisasi pascagempa NTT menjadi salah satu upaya untuk membantu warga mendapatkan akses air bersih dengan lebih mudah.

Pembangunan Pipanisasi Air Bersih untuk Warga Kampung Bajak

Pembangunan pipanisasi yang dilakukan oleh warga ini diharapkan dapat mempermudah akses terhadap sumber air bersih sehingga mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mengambil air setelah pembangunan selesai dan fasilitas dapat digunakan.

Ketua Yayasan Sinergi Puspita, Rezki Erlita, berharap pembangunan pipanisasi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Semoga dengan adanya pipanisasi ini, kebutuhan warga akan air bersih dapat teratasi dengan lebih mudah,” ujar Rezki Erlita.

Ribuan Pengungsi Terancam Penyakit Pascabencana

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Pascabencana, akses terhadap air bersih menjadi semakin penting agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Namun, setelah bencana, keterbatasan akses air bersih dan fasilitas sanitasi dapat menjadi tantangan bagi masyarakat di pengungsian. Kondisi ini juga membuat pengungsi perlu lebih memperhatikan kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit.

Beberapa penyakit yang mengancam warga dipengungsian pasca  bencana ntt diantaranya:

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan batuk. Kondisi tempat pengungsian yang padat, paparan debu, serta perubahan cuaca dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.
  2. Dermatitis (penyakit kulit). Keterbatasan air untuk menjaga kebersihan diri dan fasilitas sanitasi dapat meningkatkan risiko gangguan kulit.
  3. Diare. Keterbatasan akses air bersih dan kebersihan makanan menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mencegah penyakit ini.

Pipanisasi Air Bersih Dukung Pencegahan Penyakit di Pengungsian

Pembangunan pipanisasi di Kampung Bajak diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemulihan warga terdampak gempa NTT, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Dengan akses yang lebih dekat, warga diharapkan dapat menghemat waktu dan tenaga yang selama ini digunakan untuk mengambil air.

Sahabat Puspita, proses pembangunan pipanisasi ini masih berlangsung. Dukungan bersama dibutuhkan agar upaya menghadirkan akses air bersih bagi warga Kampung Bajak dapat terus berjalan.

Mari, ikut ambil bagian dalam pembangunan pipanisasi untuk warga terdampak gempa NTT. Setiap donasi yang Sahabat Puspita berikan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih yang lebih mudah bagi masyarakat.