Sahabat Puspita, menjelang pergantian tahun, banyak dari kita sibuk mengevaluasi apa yang belum tercapai serta menyusun resolusi baru. namun sebagai seorang muslim, evaluasi tak cukup hanya pada urusan dunia. ada kewajiban yang kerap luput dari perhatian, seperti menunaikan zakat atas harta yang diperoleh selama sepanjang tahun. karena itu, akhir tahun menjadi momen terbaik untuk bermuhasabah, membersihkan harta, dan menyempurnakan ibadah sebelum lembaran tahun berganti.
Apa Itu Zakat Akhir Tahun?
Zakat akhir tahun merupakan kewajiban yang ditunaikan ketika harta seorang Muslim telah mencapai batas minimum zakat (nisab) dan dimiliki selama satu tahun hijriah penuh (haul). Pada fase inilah zakat harus dikeluarkan sebagai bentuk ketaatan atas rezeki yang telah Allah titipkan.
Lebih dari sekadar kewajiban materi, zakat berperan membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir, sekaligus menjadi jalan untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103,
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…”
ayat tersebut menegaskan bahwa zakat berfungsi untuk menyucikan dan membersihkan orang-orang yang menunaikannya. Karena itu, zakat tidak hanya bermakna sebagai kewajiban finansial, tetapi juga cerminan kepedulian sosial serta penguatan nilai spiritual dalam kehidupan seorang Muslim.
Mengapa Zakat Akhir Tahun Perlu Ditunaikan?
Zakat akhir tahun bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk ketaatan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat, harta tidak hanya dihitung secara angka, tetapi juga dimaknai sebagai amanah yang harus dibersihkan dan dibagikan. Inilah alasan mengapa zakat akhir tahun perlu dilaksanakan, bukan ditunda apalagi dilalaikan.
Menyucikan Harta dan Jiwa
Zakat menjadi sarana untuk membersihkan harta dari hak orang lain yang terkandung di dalamnya, sekaligus menyucikan jiwa dari sifat kikir. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka …” (Q.S. At-Taubah: 103)
Ayat ini menegaskan bahwa zakat berfungsi membersihkan dan menyucikan orang yang menunaikannya. Dengan berzakat, harta menjadi lebih berkah dan hati pun terasa lebih lapang.
Menghadirkan Keberkahan dalam Hidup
Menunaikan zakat tidak akan mengurangi harta, justru mendatangkan keberkahan yang berlipat. Rasulullah saw. bersabda:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (H.R. Muslim)
Keberkahan tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti ketenangan batin, kesehatan, serta kelapangan rezeki dalam kehidupan sehari-hari.
Membantu Sesama yang Membutuhkan
Zakat merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial dalam Islam. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 19)
Melalui zakat, kita turut meringankan beban saudara-saudara yang sedang berada dalam kesulitan dan membutuhkan uluran bantuan.
Menjaga Diri dari Ancaman Siksa
Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki kedudukan yang sangat penting. Mengabaikan kewajiban ini dapat berujung pada ancaman siksa di akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
“Barang siapa yang diberi harta oleh Allah, namun tidak mengeluarkan zakatnya, maka hartanya akan dibentuk menjadi ular besar yang memiliki dua taring yang akan membelitnya pada hari kiamat …” (H.R. Bukhari)
Karena itu, berzakat merupakan bentuk tanggung jawab besar seorang Muslim kepada Allah SWT.
Menguatkan Iman dan Kedekatan kepada Allah
Zakat adalah bukti ketaatan dan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Allah SWT berfirman:
“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya itu untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari rida Allah.” (Q.S. Al-Baqarah: 272)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah sejatinya kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Dengan menunaikan zakat, keimanan semakin kokoh dan kedekatan spiritual dengan Allah SWT pun semakin erat.
Bagaimana Jika Tidak Berzakat?
Menunaikan zakat bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban yang memiliki dampak besar bagi kehidupan seorang Muslim. Ketika zakat diabaikan, konsekuensinya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berhak menerima, tetapi juga oleh orang yang menahannya. Islam dengan tegas menjelaskan bahwa kelalaian dalam berzakat membawa akibat serius, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, memahami konsekuensi tidak berzakat menjadi pengingat penting agar kewajiban ini tidak dipandang ringan.
Tidak Membayar Zakat Termasuk Dosa Besar
Zakat bukan amalan sunnah, melainkan kewajiban yang memiliki konsekuensi besar jika ditinggalkan. Melalaikan zakat berarti mengabaikan salah satu perintah utama dalam Islam.
Menunda atau sengaja tidak membayar zakat dapat membawa seseorang pada dosa besar yang berdampak pada kehidupan dunia dan akhirat.
Menjerumuskan pada Kekafiran
Islam memandang zakat sebagai tanda kepatuhan seorang hamba kepada Allah. Mengingkari kewajiban zakat berarti menolak hukum yang telah ditetapkan-Nya.
“Maka jika mereka bertaubat, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara-saudaramu seagama.” (Q.S. At-Taubah: 11)
Harta yang Tidak Dizakati Menjadi Sumber Siksa di Akhirat
Harta yang ditimbun tanpa dizakati tidak akan membawa manfaat di akhirat, justru menjadi penyebab penderitaan bagi pemiliknya.
“Barang siapa yang diberi harta oleh Allah, namun tidak mengeluarkan zakatnya, maka hartanya akan dijadikan ular berbisa yang membelitnya pada hari kiamat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ibadah Menjadi Tidak Sempurna Tanpa Zakat
Zakat merupakan bagian dari pondasi Islam yang tidak terpisahkan dari ibadah lainnya.
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Tanpa zakat, bangunan ibadah seorang Muslim menjadi timpang dan tidak utuh.
Tunaikan Zakat Akhir Tahun Sekarang
Zakat Anda adalah harapan bagi mereka yang membutuhkan. Di penghujung tahun ini, mari berbagi keberkahan dengan menunaikan zakat akhir tahun melalui Sinergi Puspita, agar harta yang kita miliki menjadi lebih suci, berkah, dan penuh makna.