Sunnah Idulfitri yang Sering Terlupakan, Yuk Amalkan di Hari Raya!

Sahabat Puspita, Idulfitri bukan hanya tentang baju baru atau hidangan lezat di meja makan. Setelah sebulan penuh menjalani Ramadhan, hari kemenangan akhirnya tiba membawa kebahagiaan, harapan, dan keberkahan. Di balik momen yang penuh suka cita ini, ada beberapa sunnah Idulfitri yang sering kali terlupakan. Padahal, menghidupkan sunnah Idulfitri melalui amalan-amalan sederhana ini bisa menjadi penyempurna ibadah kita di hari raya.

Ingin Idulfitri tahun ini terasa lebih bermakna?

Yuk, hidupkan sunnah Idulfitri berikut!

  1. Mandi sebelum sholat sunnah Idulfitri

Sebelum berangkat menunaikan sholat Idulfitri, disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Ini bukan sekadar membersihkan diri, tapi juga bentuk kesiapan kita menyambut hari besar dengan keadaan terbaik. Terutama karena kita akan berkumpul dengan banyak orang.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:
“Beliau mandi pada hari Idulfitri sebelum berangkat ke tempat sholat.”
(HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)

  1. Berhias dan memakai pakaian terbaik

Tidak harus baru, yang terpenting adalah pakaian yang bersih, rapi, dan terbaik yang kita miliki. Ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus cara kita memuliakan hari raya.

Sederhana, tapi penuh makna.

  1. Makan sebelum sholat sunnah Idulfitri

Berbeda dengan Iduladha, pada Idulfitri kita justru dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum sholat. Biasanya dengan beberapa butir kurma. Ini menjadi tanda bahwa bulan puasa telah benar-benar berakhir.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
“Rasulullah tidak berangkat sholat Idulfitri hingga beliau makan beberapa butir kurma.”
(HR. Bukhari)

  1. Melewati jalan berbeda saat pergi dan pulang

Sunnah yang sering dianggap sepele, tapi ternyata memiliki makna yang dalam. Rasulullah menganjurkan untuk melewati jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari sholat Id.

Selain memperluas silaturahmi, ini juga menjadi bagian dari syiar Islam di tengah masyarakat.

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu:
“Nabi SAW apabila keluar pada hari Id akan menempuh jalan yang berbeda.”
(HR. Bukhari)

  1. Saling mengucapkan selamat (At-Tahniah)

Ucapan seperti “Taqabbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian). bukan sekadar tradisi, tapi doa yang indah antar sesama muslim. Saling mendoakan, saling memaafkan, dan saling menguatkan, itulah esensi Idulfitri.

  1. Memperbanyak sedekah di hari raya

Di hari kemenangan ini, kebahagiaan terasa lebih lengkap ketika kita tidak menikmatinya sendirian.

Idulfitri adalah momen terbaik untuk berbagi, terutama kepada anak yatim dan dhuafa. Mereka juga ingin merasakan hangatnya hari raya, memakai pakaian yang layak, dan menikmati hidangan yang cukup.

Rasulullah SAW. pun mewajibkan zakat fitrah agar menjadi penyempurna ibadah puasa sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dan sebagai makanan bagi orang miskin.”
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Baca juga: Cara menghitung zakat Maal

Lengkapi Sunnah Hari Raya dengan Berbagi untuk Anak Yatim Dhuafa

Sahabat, di luar sana masih banyak anak yatim dan dhuafa yang merayakan Idulfitri dengan keterbatasan. Senyum mereka mungkin sederhana, tapi harapannya begitu besar.

Melalui Sinergi Puspita, sedekah yang kamu titipkan bisa menjadi kebahagiaan nyata untuk mereka. mulai dari kebutuhan pangan, pakaian, hingga dukungan lainnya yang benar-benar dibutuhkan.

Karena sejatinya, hari kemenangan bukan hanya tentang kita…
tapi tentang bagaimana kita bisa menghadirkan kebahagiaan yang sama untuk orang lain.

Yuk, maksimalkan Idulfitri tahun ini dengan berbagi!

Baca juga: Sinergi Puspita ajak anak kp Pemulung buka puasa bersama

Informasi nomor rekening sedekah sunnah Idulfitri Sinergi Puspita untuk berbagi kepada anak yatim dhuafa