PROGRAM

Sarana Air Bersih Bersih berupa Sumur, MCK, Tempat Wudhu, Toren dan Pipanisasi (Air Sudekat)

Air Sudekat – Sarana Air Bersih

Sebagai negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia, ketersediaan air  bersih di Indonesia belum merata. Hal ini menjadi isu penting, karena air mempengaruhi segala aspek kehidupan, mulai dari kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat. Kemudahan akses terhadap air bersih juga dipercaya sebagai cara untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Air bersih dan sanitasi layak adalah kebutuhan dasar manusia. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) pada sektor lingkungan hidup adalah memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi.

Sayangnya, peningkatan ekonomi Indonesia selama 20 tahun terakhir tidak dibarengi dengan pemerataan akses air bersih. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2021, sebanyak 33,4 juta penduduk kekurangan air bersih dan 99,7 juta jiwa kekurangan akses untuk ke fasilitas sanitasi yang baik. Data tersebut juga menyebutkan capaian akses air bersih yang layak saat ini di Indonesia mencapai 72,55 persen. Angka ini masih di bawah target Sustainable Development Goals (SDGs) yakni sebesar 100 persen.

Penyebab gizi buruk dan stunting sekitar 40 persen kontribusi dari lingkungan, berupa sanitasi lingkungan yang baik serta tersedianya air bersih. Salah satunya gizi anak semakin berkurang jika kondisi air berkurang.

Program Sarana Air Bersih ini bentuk program amal jariyah, yaitu pembangunan sumur air,pipanisasi, pembangunan MCK, toren dan tempat wudhu.