Sahabat Puspita, Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam mulai mempersiapkan diri menyambut datangnya hari-hari istimewa di bulan Dzulhijjah. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah (Selasa, 26 Mei 2026). Namun, bagi sebagian orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan atau ingin menjalankan puasa sunnah lainnya, sering muncul pertanyaan: apakah niat puasa Arafah boleh digabung dengan puasa lain?
Pertanyaan ini cukup sering dibahas karena banyak umat muslim ingin tetap mendapatkan keutamaan puasa Arafah sekaligus menunaikan kewajiban qadha puasa Ramadhan. Lalu, bagaimana hukumnya dalam Islam?
Apakah Niat Puasa Arafah Bisa Digabung dengan Puasa Lain?
Secara umum, para ulama membolehkan menggabungkan niat puasa Arafah dengan puasa lain, seperti puasa qadha Ramadhan, puasa nazar, atau puasa sunnah lainnya. Artinya, seseorang tetap sah menjalankan puasa qadha sekaligus diharapkan mendapatkan pahala puasa sunnah Arafah.
Sayyid Bakri dalam kitab I‘anatut Thalibin. Beliau menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa pada hari-hari yang memiliki keutamaan khusus tetap bisa mendapatkan pahala puasa sunnah tersebut, meskipun niat yang digunakan adalah qadha puasa Ramadhan atau puasa nazar.
Dalam penjelasannya, sejumlah ulama mazhab Syafi’i seperti Al-Khatib As-Syarbini, Syekh Sulaiman Al-Jamal, dan Imam Ar-Ramli juga menyebutkan bahwa puasa yang dilakukan pada hari-hari istimewa tetap mendapatkan keutamaannya walaupun disertai niat ibadah lain. Karena itu, seseorang yang berpuasa qadha di hari Arafah tetap berpeluang memperoleh pahala puasa Arafah sekaligus menunaikan kewajiban puasanya.
Mana yang Lebih Utama, Qadha atau Puasa Sunnah?
Meski diperbolehkan menggabungkan niat, para ulama tetap menganjurkan untuk mendahulukan puasa wajib, yaitu qadha Ramadhan. Sebab, kewajiban kepada Allah SWT tentu lebih utama untuk diselesaikan dibanding amalan sunnah.
Namun, apabila waktu sudah mendekati hari Arafah dan seseorang belum sempat mengganti puasa Ramadhan, maka ia tetap dapat berpuasa dengan niat qadha sekaligus berharap mendapatkan pahala puasa Arafah.
Dengan begitu, seorang muslim tetap dapat memanfaatkan keutamaan hari Arafah tanpa meninggalkan kewajibannya.
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah termasuk salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Hadits tersebut menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang menjalankan puasa Arafah dengan penuh keikhlasan. Tidak heran jika banyak umat muslim berlomba-lomba menghidupkan ibadah di hari tersebut.
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak:
- dzikir,
- doa,
- sedekah,
- membaca Al-Qur’an,
- dan amal saleh lainnya selama 10 hari pertama Dzulhijjah.
Bacaan Niat Puasa Arafah
Berikut bacaan niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Sementara bagi yang ingin mengqadha puasa Ramadhan, niat qadha tetap menjadi niat utama yang dilafalkan sejak malam hari.
Apakah Tetap Mendapat Pahala Puasa Arafah?
InsyaAllah, seseorang yang menggabungkan puasa qadha dengan puasa Arafah tetap mendapatkan pahala dan keutamaan hari Arafah. Sebab, puasa dilakukan tepat pada waktu yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Meski demikian, sebagian ulama berpendapat pahala yang paling sempurna tetap didapat ketika puasa sunnah dilakukan secara khusus tanpa digabung dengan ibadah lain. Karena itu, jika memiliki kesempatan dan kemampuan, mengerjakan keduanya secara terpisah tentu lebih baik.
Jadikan Dzulhijjah sebagai Momen Memperbanyak Amal
Sahabat Puspita, Bulan Dzulhijjah bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang kepedulian kepada sesama. Selain menjalankan puasa Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Yuk, jadikan puasa Arafah tahun ini semakin bermakna dengan ikut bersedekah paket makanan berbuka puasa untuk anak yatim dan dhuafa. Semoga setiap amal kecil yang kita lakukan di hari istimewa ini menjadi jalan datangnya ampunan, keberkahan rezeki, dan ridha Allah SWT.
Sedekah Paket Berbuka Puasa Arafah bagi Yatim dan Dhuafa. [KLIK DISINI]
