Banjir bandang dan longsor melanda wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh pada penghujung November 2025, meninggalkan kerusakan besar di tiga provinsi tersebut. Hujan deras yang turun tanpa henti menyebabkan sungai meluap serta lereng perbukitan runtuh, menimbulkan longsor di berbagai titik. Ratusan desa tenggelam, akses terputus, dan infrastruktur vital mengalami kelumpuhan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 30 November, sebanyak 442 jiwa meninggal dunia dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang.
Dampak Banjir Bandang Sumatra Aceh

Di Sumatra Utara, Korban Meninggal Dunia Capai 217 Jiwa
Sumatra Utara menjadi provinsi dengan korban terbanyak, yakni 217 jiwa setelah tim SAR kembali menemukan korban yang sebelumnya hilang. Akses darat di sejumlah kabupaten masih terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan. Di Tapanuli Utara, jalur Tarutung–Sibolga putus di beberapa titik, sementara beberapa desa di Parmonangan dan Adiankoting belum dapat dijangkau. Lebih dari 12.000 warga terdampak di wilayah ini.
Aceh, sebanyak 96 Jiwa Meninggal, 75 Masih Hilang
Sementara itu, Provinsi Aceh, tercatat 96 orang meninggal dunia dan 75 orang hilang, tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.
“Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. Ini ada di 11 kabupaten/kota,” jelas Kepala BNPB.
Di Sumatra Barat 129 Meninggal, 118 Hilang
Di sisi lain, BNPB mencatat di Sumatra barat sebanyak 129 warga meninggal, 118 hilang, dan 16 luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar berada di Kota Padang dan Pesisir Selatan.
“Korban jiwa meninggal dunia 129, yang hilang 118, dan 16 mengalami luka-luka,” ujar Kepala BNPB Suharyanto.
Penyebab Banjir Bandang Sumatra Aceh
Banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra dan Aceh pada akhir November 2025 tidak terjadi secara tiba-tiba. Para ahli menyebut bencana ini sebagai bagian dari rangkaian kejadian hidrometeorologi yang frekuensinya terus meningkat selama dua dekade terakhir. Kombinasi faktor alam dan kerentanan lingkungan menjadi pemicu utama besarnya dampak yang terjadi.
Dr. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., IPU., Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM menjelaskan, “Curah hujan memang sangat tinggi kala itu. BMKG mencatat beberapa wilayah di Sumut diguyur lebih dari 300 mm hujan per hari pada puncak kejadian. Namun, cuaca ekstrem hanyalah pemicu awal. Dampak merusak banjir bandang tersebut sesungguhnya diperparah oleh rapuhnya benteng alam di kawasan hulu.”
Dengan kondisi atmosfer yang semakin tidak menentu dan daya dukung lingkungan yang melemah, para ahli mengingatkan pentingnya memperkuat kawasan hulu, menjaga tutupan hutan, serta membangun sistem mitigasi yang lebih adaptif. Tanpa langkah korektif yang serius, bencana serupa dikhawatirkan akan kembali terulang dengan skala kerusakan yang lebih besar.
Warga Bantu Warga: Mari Bergerak Bersama!

Sahabat Puspita, kami mengajak Anda untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, tidak hanya lewat doa, tetapi juga aksi nyata.
donasi bencana sumatra dan Aceh akan meliputi:
- Makanan siap saji & air bersih
- Selimut, pakaian hangat, serta perlengkapan bayi & lansia
- Obat-obatan & layanan kesehatan
- Tenda darurat & perlengkapan pengungsian
- Dukungan pemulihan bagi keluarga yang kehilangan rumah
Mari kirimkan kepedulian kita dengan dukung program kebaikan ini melalui rekening :
Mandiri 1640004092997
BSI 7179414664
BCA 8801411444
BNI 1330900768
a.n Yayasan Sahabat Sinergi Puspita
Bencana bisa datang tiba-tiba, tapi kepekaan kita jangan pernah padam. Ikuti perjalanan penyaluran donasi dan aksi tanggap darurat lainnya dengan follow @sinergipuspita.
Mari saling menjaga dan menguatkan.
Lekas membaik, Indonesiaku.