Kemuliaan Menyantuni Anak Yatim

Kepedulian kepada anak yatim merupakan bentuk kesalehan dan solidaritas sosial, sebagai wujud aksi nyata, sekaligus bagian pendidikan karakter dan moral bagi semua untuk dapat lebih peduli terhadap kondisi yang dialami orang lain yang kurang beruntung.

 

Berbahagialah bagi Anda yang mempunyai kemampuan membiayai kehidupan anak yatim, menyekolahkannya, dan memperhatikan masa depannya. Sejatinya Anda yang peduli terhadap anak yatim maka  tengah memudahkan jalan bagi diri Anda menjadi ahli surga.

 

Namun bila Anda belum memiliki kemampuan secara materi untuk membantu anak yatim, maka minimal bersikaplah lemah lembut lah ketika bertemu anak-anak yatim. Buatlah hati anak yatim menjadi gembira meski dengan hal-hal sederhana semisal mengajaknya bermain atau lainnya.

 

Kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali dalam Al-Qur’an yaitu 8 dalam bentuk tunggal, 14 dalam bentuk jamak dan 1 dalam bentuk dua (mutsanna). Orang yang memuliakan anak yatim akan mendapatkan keistimewaan tersendiri dari Nabi Muhammad SAW, keistimewaan tersebut telah disebutkan dalam hadits beliau. Rasulullah SAW. bersabda, “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).

 

Berikut adalah kemuliaan bagi mereka yang mencintai dan menyantuni anak yatim.

 

Menyantuni Anak Yatim Menjadi Kebaikan Bagi Diri

 

“Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS: Al-Baqarah: 220)

 

Memperbaiki anak-anak yatim, dalam hal ini adalah menyantuninya, menjamin kehidupan, dan masa depannya adalah bagian dari amal kebaikan bagi seorang muslim. Anak-anak yatim yang ditinggalkan ayahnya, terlebih adalah dalam kondisi yang kekuarangan (dhuafa) tentu perlu kita perhatikan, agar kehidupan kedepannya lebih baik dan tidak masuk dalam kehidupan yang kelam. Dengan begitu, maka kebaikan akan datang kepada kita sebagaimana janji Allah dalam Al-Quran.

 

Nafkah untuk Anak Yatim adalah Sebaik-Baiknya Harta

 

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya (QS: Al-Baqarah: 215).

 

Di dalam Al-Quran, nafkah untuk anak yatim adalah termasuk dalam amalan yang Allah sukai. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan termasuk dari harta yang kita miliki. Harta menjadi hal yang sangat dicintai manusia. Bagi mereka yang mau menafkahkannya untuk anak yatim, tentu saja menjadi suatu kemuliaan tersendiri. Fitrahnya, manusia ingin hartanya selalu banyak dan berlebih, namun dengan menafkahkannya maka tentu pahala Allah bagi mereka yang menjalankannya dengan ikhlas.

 

Dekat dengan Surga

 

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari).

 

Bagi mereka yang menanggung kehidupan anak yatim, seperti dalam hadist di atas, janji Allah adalah surga. Mereka akan dekat dengan surga karena telah membuat hidup anak yatim lebih terjaga dan lebih baik, walaupun orang tuanya tiada. Tentu kita ingin sekali dekat dengan surga, untuk itu cintailah anak yatim dan lakukanlah dengan tulus, sebagaimana Allah selalu memberikan nikmat serta rezeki yang berlipah untuk kita.

 

Sebaik-baiknya rumah

 

“Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.” (HR. Ibnu Majah)

 

Apalah artinya sebuah rumah yang mewah dan megah, jika di dalamnya tidak ada hal-hal baik yang menaunginya. Salah satu hal yang membuat rumah kita menjadi rumah yang terbaik adalah dengan memelihara anak yatim di dalamnya. Sedangkan, bagi mereka yang memiliki rumah namun anak yatim di dalamnya diperlakukan buruk, maka itulah seburuk-buruknya rumah.

 

Oleh karena itu, kami dari Sinergi Puspita mengajak kita semua untuk mencintai dan menyantuni anak-anak yatim.

 

Selain menyantuni anak yatim, kami juga memilki program menghadirkan air bersih, sedekah puding, sedekah susu, sinergi makan santri, Nganter Qur’an (sedekah qur’an) dan Air Sudekat (sedekah air).

 

Yuk, ciptakan senyum anak-anak. Karena uluran tangan kita sangat berarti untuk mereka.