Trauma Pasca Bencana pada Anak dan Dampaknya

Sahabat Puspita, Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kehilangan harta benda. Selain itu, bencana juga menyisakan dampak trauma pasca bencana pada anak yang sering kali tidak terlihat. Hilangnya rasa aman dan perubahan lingkungan yang mendadak membuat anak menjadi kelompok paling rentan secara psikologis. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal.

Anak-anak mendengarkan penjelasana tentang materi keracunan MBG

Gejala Trauma Pasca Bencana pada Anak

Trauma pasca bencana pada anak muncul karena cara mereka memahami peristiwa traumatis berbeda dengan orang dewasa. Anak sering kesulitan mengekspresikan perasaan takut dan sedih. Akibatnya, tekanan psikologis muncul dalam berbagai bentuk. Anak dapat mengalami gangguan tidur dan mimpi buruk. Selain itu, perubahan perilaku seperti menjadi lebih agresif atau menarik diri juga sering terjadi. Kemudian, anak menjadi lebih sensitif terhadap suara keras, hujan lebat, atau keramaian. Bahkan, trauma dapat memicu keluhan fisik tanpa penyebab medis yang jelas.

Dampak Trauma Pasca Bencana Jika Tidak Ditangani

Jika trauma pasca bencana tidak ditangani dengan tepat, dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang. Misalnya, perkembangan emosional dan sosial anak dapat terganggu. Anak berisiko mengalami kesulitan belajar dan masalah interaksi sosial. Lebih lanjut, trauma yang tidak tertangani dapat memicu gangguan kesehatan mental di masa depan. Oleh sebab itu, dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan anak korban bencana.

Peran Dukungan Psikososial dalam Pemulihan Anak

Dukungan psikososial bertujuan membantu anak menyalurkan emosi dan membangun rasa aman. Pada dasarnya, pendekatan ini dilakukan melalui terapi bermain, menggambar, dan bercerita. Selain itu, aktivitas kelompok dan pemulihan rutinitas harian juga berperan penting. Dengan demikian, anak dapat perlahan pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Trauma Pasca Bencana pada anak korban banjir Aceh yang mengikuti kegiatan psikososial bersama Sinergi Puspita

Sinergi Puspita Berikan Psikososial kepada Anak-Anak Korban Banjir Aceh Sumatra

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental anak, Sinergi Puspita berkolaborasi dengan Filantropi Muda Indonesia memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak korban banjir di Aceh dan Sumatra. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui sesi berdongeng, bermain bersama, dan pemberian mainan edukatif. Melalui kegiatan tersebut, anak dapat mengekspresikan emosi secara aman dan menyenangkan. Dengan pendekatan ini, Sinergi Puspita bersama Filantropi Muda Indonesia berupaya menghadirkan kembali rasa aman dan kebahagiaan bagi anak-anak.

Program ini terlaksana berkat kepedulian para donatur serta dukungan berbagai pihak. Untuk itu, Sinergi Puspita mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Setiap donasi yang diberikan menjadi kekuatan bagi anak-anak untuk bangkit dari trauma dan menata kembali harapan mereka.

Ayo Bantu Lebih Banyak Anak Pulih dari Trauma

Hingga saat ini, masih banyak anak korban bencana yang membutuhkan dukungan psikososial. Karena itu, mari bersama-sama memperluas manfaat kebaikan dengan berdonasi melalui Sinergi Puspita. Dengan dukungan Anda, lebih banyak anak dapat memperoleh ruang aman dan pendampingan yang dibutuhkan. Akhirnya, anak-anak dapat bangkit dan menata masa depan yang lebih baik.

Dapatkan informasi terbaru seputar program kemanusiaan, penyaluran bantuan, dan kegiatan sosial lainnya dengan mengikuti akun Instagram resmi kami di @sinergipuspita. Bersama, kita bisa terus menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.