sinergipuspita.com – Sahabat Puspita, memahami cara bijak menjelaskan demo kepada anak adalah hal penting saat ini. Demonstrasi atau aksi protes memang menjadi salah satu bentuk kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Namun, belakangan ini anak-anak semakin sering melihat keramaian demo melalui televisi maupun media sosial. Rasa ingin tahu mereka pun muncul dengan berbagai pertanyaan yang kadang sulit dijawab oleh orang tua.
Tidak heran jika anak merasa bingung atau bahkan takut, karena mereka masih berproses memahami perilaku orang-orang di sekitarnya. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan, yaitu memberi penjelasan dengan bahasa sederhana, menenangkan, sekaligus mudah dipahami. Menjelaskan politik atau aksi protes kepada anak memang bukan perkara mudah, apalagi ketika yang mereka lihat berujung pada kericuhan.
Agar tidak salah kaprah, berikut 5 cara bijak yang bisa dilakukan orang tua untuk menjelaskan tentang demonstrasi kepada anak:
5 Cara Bijak Menjelaskan Demo Kepada Anak
1. Gunakan Bahasa yang Sederhana
Sesuaikan penjelasan dengan usia anak. Misalnya, Sahabat Puspita bisa mengatakan “Demo adalah ketika banyak orang berkumpul untuk menyampaikan pendapat supaya didengar.” Bahasa yang mudah dipahami akan membuat anak merasa lebih tenang dan tidak terbebani dengan istilah yang rumit.
2. Tekankan Tujuan Positif dari Demo
Jelaskan bahwa menyuarakan pendapat adalah hak semua orang. Demo biasanya dilakukan untuk memperbaiki sesuatu yang dianggap tidak adil. Contoh sederhana yang bisa diberikan adalah, “Orang-orang demo supaya pemerintah mendengarkan dan membuat aturan yang lebih baik.” Dengan begitu, anak akan melihat demo sebagai upaya memperbaiki keadaan, bukan sesuatu yang menakutkan.
3. Bedakan Antara Aksi Damai dan Kekerasan
Beri pemahaman bahwa sebagian besar demo berlangsung damai meski terlihat ramai dan penuh suara keras. Namun, terkadang ada juga demo yang berujung ricuh. Dengan penjelasan ini, anak bisa belajar membedakan bahwa tidak semua aksi demonstrasi identik dengan kekerasan.
4. Kaitkan dengan Pengalaman yang Dekat dengan Anak
Orang tua bisa memberi perumpamaan yang mudah dipahami. Misalnya, ibaratkan demo seperti saat anak dan teman-temannya meminta giliran main atau membuat aturan yang lebih adil ketika bermain bersama. Hal ini akan membantu anak memahami konsep keadilan dengan cara yang sederhana dan relevan.
5. Ajak Anak Berdiskusi dan Dengarkan Pendapatnya
Biarkan anak mengajukan pertanyaan atau menceritakan perasaan mereka setelah melihat aksi demo. Diskusi terbuka ini membuat anak merasa didengar sekaligus mengurangi kecemasan.
Yang Anak Harus Ketahui!
Sinergi Puspita Bersama Wujudkan Anak Sehat dan Bahagia
Sahabat Puspita, kita percaya setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang. Karena itu, Sinergi Puspita terus bergerak melalui program gizi, pendidikan, hingga pemberdayaan keluarga. Harapannya sederhana, agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh kuat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan dengan senyum bahagia.
Menjelaskan demonstrasi kepada anak bukan hanya tentang memberi informasi, tetapi juga membangun rasa aman dan pemahaman yang sehat tentang kehidupan bermasyarakat. Dengan bahasa yang sederhana, contoh yang relevan, serta diskusi terbuka, anak bisa belajar bahwa demo adalah bagian dari demokrasi yang sah.
Sebagai orang tua, mari hadir mendampingi mereka agar tumbuh dengan rasa ingin tahu yang sehat, penuh empati, dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Dan bersama Sinergi Puspita, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak Indonesia.





