Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Kampung Pisso, Desa Para Lando, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini lebih mudah mendapatkan akses air bersih. Sebelumnya, warga harus menuruni perbukitan dengan kemiringan sekitar 30 derajat dan menempuh jarak sekitar 300 meter untuk mengambil air dari sumber yang berada di bawah permukiman.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi warga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Selain menguras tenaga, perjalanan menuju sumber air juga menyulitkan warga, terutama ketika harus dilakukan berulang kali untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan keperluan rumah tangga.
Pada Minggu, 18 Oktober 2026, Sinergi Puspita bersama IAEI dan warga setempat melaksanakan pembangunan pipanisasi air bersih untuk mempermudah akses air ke permukiman. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban warga yang selama ini harus berjalan naik turun bukit demi mendapatkan air.
“Senang banget. Bertahun-tahun bolak-balik mengambil air di bawah, sekarang sudah ada air bersih di depan rumah,” ujar salah seorang warga.
Bagi warga, hadirnya akses air yang lebih dekat bukan sekadar mempersingkat perjalanan. Kemudahan tersebut juga membantu mereka menghemat waktu dan tenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan air bersih yang lebih mudah dijangkau menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.

Pipanisasi Bantu Warga Pisso Akses Air Bersih
Pembangunan pipanisasi ini merupakan salah satu upaya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar pascagempa. Sebab, pemulihan setelah bencana tidak hanya berkaitan dengan kondisi tempat tinggal, tetapi juga mencakup ketersediaan air bersih, kesehatan, serta dukungan bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak.
Sebelumnya, pada 5 September 2026, Sinergi Puspita juga mengadakan kegiatan psikososial bagi anak-anak di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan emosional anak setelah mengalami situasi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti permainan bersama dan menerima makanan ringan. Aktivitas sederhana ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk kembali bermain, berinteraksi dengan teman sebaya, dan menikmati suasana yang menyenangkan di tengah proses pemulihan.
Dukungan psikososial penting karena dampak bencana tidak hanya dirasakan melalui kerusakan fisik dan hilangnya kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi perasaan anak. Karena itu, pendampingan dan ruang bermain yang aman menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemulihan pascabencana.
Dampingi Pemulihan Warga Pisso Pascagempa
Sahabat Puspita, perjalanan pemulihan warga terdampak gempa NTT masih panjang. Mari terus hadir dan mendampingi mereka hingga benar-benar pulih. Melalui donasi dan kepedulian yang dititipkan, kita bisa ikut membantu memenuhi kebutuhan warga agar perlahan dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Sebesar apapun bantuan yang didonasikan, tidak menjadikan ketimpangan dari niat baik kita. Ketika si pemilik harta dapat menyisihkan lewat sedekah finansialnya, bukan berarti tenaga dan do’a diabaikan menjadi bagian dari sebuah donasi yang nyata. Karena setiap bantuan kecil yang diberikan, akan bermakna besar bagi mereka yang membutuhkannya.
Mereka yang menanti bantuan dari sebuah bencana yang melanda, tentu berharap dari mereka yang jauh dari malapetaka yang tidak terduga. Berbuat baiklah selagi masih bisa, karna kebaikan yang ditunda hanya akan menghasilkan penyesalan yang tiada guna. Melalui Yayasan Sinergi Puspita, setiap amanah yang kami bawa untuk mereka para ibu tangguh dan anak-anak yang hilang masa kecilnya karena adanya musibah bencana gempa. Jangan malu berbagi pada mereka hanya karena sebuah nominal dan jumlah. Bagikan aksi nyata karena kita tidak tahu kapan ada di posisi seperti mereka.