Maraknya perundungan di dunia digital menjadi salah satu keresahan orang tua di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan internet dan media sosial. Tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, cyberbullying juga dapat terjadi tanpa mengenal waktu dan ruang karena perundungan dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform digital.
Melihat kondisi tersebut, Sinergi Puspita mengajak para orang tua untuk memahami lebih jauh tentang cyberbullying melalui Seri Parenting 6.0 bertajuk “Cegah Cyberbullying, Bijak di Dunia Digital Dimulai dari Rumah” pada Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan parenting yang digelar secara daring melalui Zoom tersebut menghadirkan Bu Hanum Swandarini, S.Psi., Psikolog, sebagai narasumber. Sekitar 30 orang tua mengikuti sesi yang dipandu oleh Naswa Naila selaku moderator.
Pembahasan mengenai cyberbullying menjadi penting karena kehidupan anak saat ini tidak dapat dipisahkan dari ruang digital. Internet dapat menjadi sarana belajar dan berkomunikasi, tetapi di sisi lain juga dapat menjadi ruang terjadinya perundungan.
Seperti yang disampaikan Bu Hanum di awal pemaparannya melalui sebuah kalimat, “When you share online, you share to the world.” Pesan tersebut menggambarkan bahwa apa pun yang dibagikan di ruang digital dapat menjangkau orang lain dalam lingkup yang jauh lebih luas.
Peran Orang Tua Cegah Cyberbullying
Menurut Bu Hanum, cyberbullying memiliki kaitan erat dengan bullying yang terjadi secara langsung. Perbedaannya terletak pada ruang terjadinya perundungan. Di dunia digital, pelaku tidak harus berhadapan langsung dengan korban sehingga tidak dapat melihat secara langsung dampak dari perilaku yang dilakukan.
“Kalau cyberbullying, kita tidak melihat langsung korbannya. Jadi, kita tidak melihat ekspresi korban, apakah dia menangis, sedih, atau terluka,” jelas Bu Hanum.
Selain dapat terjadi kapan saja, cyberbullying juga berpotensi menyebar lebih luas melalui berbagai platform digital. Komentar, foto, video, atau unggahan yang bersifat merundung dapat dilihat dan dibagikan oleh banyak orang sehingga dampaknya tidak berhenti pada lingkungan pertemanan anak.
Karena itu, peran orang tua menjadi penting, baik untuk mencegah anak menjadi korban maupun pelaku. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu pembahasan dalam sesi tanya jawab.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk melalui kolom chat Zoom maupun question sheet di Instagram Sinergi Puspita. Salah satunya datang dari Bunda Evelyn yang menanyakan apakah perilaku pelaku cyberbullying dapat berkaitan dengan kondisi keluarga.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bu Hanum menjelaskan bahwa lingkungan rumah dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku anak. Pola komunikasi yang keras, termasuk kebiasaan orang tua meninggikan suara, dapat memengaruhi cara anak berinteraksi dengan orang lain.
Pertanyaan lain disampaikan mengenai cara menghadapi anak yang kecanduan game online. Bu Hanum menekankan bahwa orang tua perlu menetapkan aturan yang jelas dan konsisten mengenai penggunaan gawai maupun game online.
Menurutnya, ketegasan orang tua diperlukan meski anak mungkin menunjukkan penolakan. Di sisi lain, komunikasi tetap perlu dibangun agar anak merasa aman untuk bercerita ketika menghadapi masalah di dunia digital.
Dengan demikian, pencegahan cyberbullying tidak hanya dilakukan dengan mengawasi aktivitas anak di depan layar. Lebih dari itu, orang tua perlu membangun komunikasi, menanamkan empati, serta menciptakan lingkungan rumah yang membuat anak merasa aman untuk bercerita dan belajar menghargai orang lain.
Rekaman Parenting Sekaligus Dukung Korban Gempa NTT
Seri Parenting 6.0 Sinergi Puspita memberikan banyak pembelajaran bagi para orang tua, mulai dari memahami cyberbullying, membangun komunikasi dengan anak, hingga pentingnya peran keluarga dalam membentuk perilaku anak di dunia digital.
Bagi Sahabat Puspita yang belum sempat mengikuti sesi tersebut, Sinergi Puspita menyediakan rekaman video parenting dengan harga Rp35.000.
Menariknya, pembelian rekaman ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT. Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban bencana. {CHAT ADIMIN PUSPITA UNTUK INFO LEBIH LANJUT}
Jangan sampai ketinggalan pembelajaran parenting berikutnya. Follow Instagram Sinergi Puspita dan ikuti informasi mengenai seri parenting selanjutnya agar ayah dan bunda dapat terus belajar menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, baik di rumah maupun di dunia digital.
