Seri Parenting 4.0: Perfectionist Parenting yang Kerap Tak Terlihat

Sinergi Puspita kembali menggelar Seri Parenting 4.0. Kali ini, pola asuh perfeksionis atau perfectionist parenting menjadi fokus utama dalam acara yang berlangsung secara daring pada Sabtu (1/11/2025). Psikolog Hanum Swandarini, M.Psi., selaku narasumber utama, menjelaskan bahwa pola asuh perfeksionis sering muncul tanpa disadari dan dapat memberikan dampak besar pada perkembangan anak.

“Kita ingin anak sukses, punya masa depan cerah—itu wajar. Tetapi sering kali ada sisi lain yang membuat parenting kita menjadi perfeksionis,” ujar Hanum dalam paparannya. Ia menambahkan bahwa pola ini dapat muncul karena tuntutan sosial, pengalaman masa kecil, hingga tekanan media sosial yang membuat orang tua merasa harus tampil ‘sempurna’ dalam mendidik anak.

Acara yang diikuti lebih dari 45 peserta dari Makassar, Kalimantan Timur, Malang, Surabaya, Jakarta, Bandung, dan beberapa daerah lainnya ini berlangsung interaktif. Para peserta, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga, turut membagikan pengalaman tumbuh dengan orang tua perfeksionis serta keinginan mereka untuk memutus rantai pola pengasuhan yang sama.

Hanum menjelaskan bahwa anak yang dibesarkan dengan pola asuh seperti ini cenderung takut gagal, sulit menikmati proses belajar, dan lebih rentan mengalami kecemasan. “Cinta orang tua menjadi terasa bersyarat bagi anak. Mereka merasa harus berhasil agar diterima,” ujarnya.

Di sisi lain, orang tua dengan pola asuh ini juga rentan mengalami stres, mudah merasa bersalah, hingga berpotensi mengalami parental burnout. “Berikan pilihan pada anak, dan berikan pilihan pada diri,” pesan Hanum. Ia mengimbau orang tua untuk menciptakan suasana yang aman secara emosional serta membatasi informasi ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan.

Tampilan Zoom meeting kelas Parenting Sinergi Puspita dengan tema Perfectionist Parenting bersama psikolog Hanum Swandarini M.Psi

Sesi Tanya Jawab Seri Parenting 4.0

Dalam sesi tanya jawab, muncul berbagai pertanyaan dari peserta. Isu yang dibahas meliputi pengasuhan orang tua tunggal, ekspektasi terhadap anak berkebutuhan khusus, serta perbedaan karakter anak di rumah dan di sekolah.

Terkait validasi diri anak, Hanum menegaskan bahwa pola asuh perfeksionis sangat mungkin memengaruhi cara anak memandang dirinya. “Pola asuh menentukan bagaimana anak membangun konsep diri,” jelasnya.

Seorang peserta, Mba Maliah, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. “Saya bersyukur sekali bisa ikut sesi ini karena ingin belajar memperbaiki cara saya mendidik anak,” tuturnya.

Rekaman lengkap acara dapat diakses melalui tautan berikut (Klik untuk rekaman)

Komitmen Sinergi Puspita

Sinergi Puspita terus berkomitmen mendukung kesejahteraan ibu, lansia, santri, serta anak-anak yatim dan dhuafa. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program sosial, seperti Sedekah Makan Santri, Peduli Lansia, dan Gizi Anak & Pendidikan. Program parenting, termasuk Seri Parenting 4.0, juga menjadi bagian dari upaya membangun keluarga Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan tangguh.

Ikuti Seri Parenting Berikutnya

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan program melalui Instagram @sinergipuspita dan website resmi sinergipuspita.com.