Sinegipuspita.com —Sahabat Puspita, berqurban adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam pada Hari Raya Idul Adha. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, berqurban juga merupakan sarana berbagi dengan sesama. Namun, muncul pertanyaan penting: punya utang boleh berqurban? Bagaimana jika seseorang yang ingin berqurban masih memiliki utang? Apakah diperbolehkan berqurban meskipun utang belum dilunasi, dan apakah qurbannya sah?
Hukum Berqurban dalam Islam
Hukum berqurban merupakan sunnah muakkadah-yaitu ibadah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu secara finansial. Menurut mayoritas ulama, seperti Mazhab Syafi’i, Hambali, dan Maliki, berqurban adalah amalan yang sangat dianjurkan. Sementara itu, Mazhab Hanafi menganggapnya sebagai kewajiban bagi mereka yang mampu. Di sini, kemampuan berarti memiliki harta yang cukup untuk membeli hewan kurban tanpa mengganggu kebutuhan pokok diri dan keluarga.
Pentingnya Membayar Utang Menurut Syariat
Berbicara tentang utang, hukum membayar utang adalah wajib dan disepakati oleh semua ulama, kecuali jika pihak pemberi utang mengikhlaskan, maka kewajiban itu gugur. Utang dapat timbul dari pinjam-meminjam uang atau barang, atau transaksi jual beli, dan harus dibayar sesuai kesepakatan. Jika utang sudah jatuh tempo, maka harus segera dilunasi, kecuali jika ada keringanan. Menunda pembayaran utang padahal mampu termasuk perbuatan zalim yang dibenci Allah. Sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Bukhari:
“Menunda-nunda membayar utang bagi orang yang mampu (membayar) adalah kezaliman.”
(H.R. Bukhari)
Berqurban Saat Masih Punya Utang, Bagaimana Hukumnya?
Lalu, bagaimana jika seseorang masih punya utang, apakah boleh berqurban? Jika seseorang tidak memiliki cukup harta dan memaksakan diri untuk berqurban dengan cara berutang, hal ini sebaiknya dihindari. Ustadz Muhammad Hanif mengutip fatwa Darul Ifta’ Yordan yang menegaskan bahwa orang yang tidak memiliki kelebihan harta tidak dianggap mampu, dan berutang untuk berqurban justru bisa memberatkan dirinya. Meskipun demikian, jika hal tersebut dilakukan dengan harta halal dan memenuhi syarat-syarat syariat, insya Allah tetap diterima.
Punya Utang Boleh Berqurban, Asalkan…
Di sisi lain, membayar utang adalah kewajiban yang harus didahulukan. Menurut Ustaz Ali Masnur, jika seseorang masih memiliki utang, maka perlu melihat kondisi utangnya terlebih dahulu. Jika utangnya belum jatuh tempo dan masih ada harta lebih, maka boleh saja berqurban. Namun, jika utang sudah jatuh tempo, maka membayar utang harus diutamakan, karena itu menyangkut hak orang lain yang wajib ditunaikan.
Syarat Sah Berqurban
Sahabat ingin tetap berqurban tahun ini? Berikut adalah syarat-syarat sahnya menurut syariat Islam:
- Beragama Islam
Pelaku qurban harus seorang Muslim dan berniat ikhlas karena Allah. - Baligh, Berakal Sehat, dan Merdeka
Qurban dilaksanakan oleh orang yang dewasa, berakal, dan bukan dalam status budak. - Mampu Secara Finansial
Jika memiliki rezeki lebih, sangat dianjurkan untuk berqurban. Namun, jangan sampai memaksakan diri, karena hukum qurban adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan, tapi tidak wajib).
Bergabunglah dalam Program Qurban Sinergi Puspita
Sahabat Puspita, mari wujudkan qurban terbaikmu tahun ini bersama Sinergi Puspita! Melalui Program qurban Pelosok, Sinergi Puspita menyalurkan qurbanmu ke wilayah-wilayah terpencil yang jarang tersentuh bantuan, khususnya:
📍 Kampung Nangorak, Garut — daerah pelosok dengan akses terbatas jarang merasakan daging.
📍 Hunian sementara korban longsor di Sukabumi — para penyintas bencana yang saat ini masih tinggal di pengungsian.
Mengapa Berqurban di Sinergi Puspita?
- Qurban disalurkan ke daerah yang benar-benar membutuhkan.
- Hewan berasal dari peternak lokal, sehingga ikut mendukung ekonomi masyarakat desa.
- Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam.
- Laporan dokumentasi penyembelihan dan distribusi akan dikirimkan.
Mari sisihkan rezeki terbaik untuk mereka yang membutuhkan. Insya Allah, setiap tetes darah qurbanmu membawa keberkahan bagi mereka dan pahala untukmu. Yuk, berqurban di Sinergi Puspita! karena kebahagiaan mereka adalah bagian dari amal kita.
