

Banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir tahun 2025 lalu masih meninggalkan dampak bagi masyarakat hingga saat ini. Salah satunya dirasakan oleh para petani di Desa Lueng Kuli, Kecamatan Peusangan Selatan, Aceh.
Saat banjir datang, sawah dan ladang warga rusak terendam air hingga aktivitas pertanian mereka terhenti. Namun, dengan semangat untuk bangkit, para petani perlahan kembali mengolah tanah yang mereka miliki. Sekitar Februari 2026, sebelum bulan Ramadan, mereka mulai menanam kembali berbagai tanaman seperti singkong, jagung, cabai, kacang, dan tanaman pangan lainnya di lahan seluas kurang lebih 800 meter persegi.
Selama ini, para petani masih bergantung pada air tadah hujan. Ketika musim hujan tiba, kebutuhan air sedikit terbantu. Namun saat musim kemarau datang, sumber air menjadi sulit didapat. Tampungan air hujan yang mereka miliki hanya mampu bertahan beberapa hari, sementara tanaman tetap membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.
Karena belum memiliki sumber air di sekitar sawah, para petani harus mengambil air dari rumah warga. Mereka berjalan bolak-balik membawa air untuk menyiram tanaman, memenuhi kebutuhan pupuk, hingga mengatasi hama yang mengganggu tanaman.
Sebagian besar dari mereka merupakan penggarap sawah dan buruh harian yang menggantungkan penghasilan dari hasil pertanian. Hasil panen yang didapat belum cukup untuk membuat sumur secara mandiri.
Padahal, keberadaan satu sumur cincin di area pertanian akan menjadi harapan besar bagi mereka. Sumur ini nantinya akan membantu sekitar 20 petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, sekaligus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan warga yang membutuhkan akses air di area tersebut.
Melalui program Pembuatan Sumur Cincin untuk Petani Aceh, kami mengajak sahabat untuk ikut mengambil bagian dalam membantu mereka bangkit setelah bencana.
Setiap sedekah yang sahabat berikan akan menjadi ikhtiar menghadirkan sumber air yang bermanfaat bagi kehidupan dan penghidupan mereka. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, selama air tersebut digunakan untuk kebaikan.
Mari bantu petani Aceh kembali produktif dan memiliki sumber air untuk ladang mereka.
Klik DONASI SEKARANG dan jadilah bagian dari kebaikan ini.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik