
Menjadi yatim bukanlah pilihan, dan hidup dalam keterbatasan bukanlah hal yang mudah. Akses terhadap pangan, kesehatan, dan pendidikan sering kali terhambat oleh kondisi ekonomi yang sulit, semakin memperlambat langkah mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Syahdan, seorang siswa kelas 2 SD, kehilangan ayahnya tiga tahun lalu. Ia bercita-cita menjadi abdi negara (ABRI). “Kalau mau tercapai cita-citanya, harus rajin belajar dan olahraga,” ucapnya penuh semangat.

Namun, impian itu terasa begitu jauh. Kedua kakaknya terpaksa mengubur mimpi mereka karena tak ada biaya untuk sekolah.
Ibunya hanya mampu menyekolahkan Syahdan. Meski begitu, dengan langkah kecilnya, ia tetap pergi ke sekolah setiap hari tanpa mengeluh, membawa harapan besar untuk mengubah keadaan keluarganya dan membalas pengorbanan kakak-kakaknya.

Sinergi Puspita selalu membersamai mereka, kami menerima dan menyalurkan setiap donasi dari Sahabat semua untuk memberikan kebutuhan dan kebahagiaan bagi mereka. Dukungan kita, akan membuat Syahdan tersenyum dan semakin bersemangat dalam menuntut ilmu.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik